Minggu, 16 Maret 2014

Klimatologi- Tekanan Udara

TEKANAN UDARA

Tugas untuk memenuhi
tugas makalah kelompok mata kuliah klimatalogi
                                         dengan bimbingan Ibu Siska                                        

ub-2012
                                        

Oleh:


Nama        :  135040200111181 Megawati Ompusunggu
                                135040200111183 Andre Sitinjak
            Kelas        :   R



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013


1.       Pengertian Tekanan Udara


         Tekanan udara merupakan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb). Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut sebagai isobar.
         Tekanan udara diukur berdasarkan tekanan gaya pada permukaan dengan luas tertentu, misalnya 1 cm2. Satuan yang digunakan adalah atmosfer (atm),millimeter kolom air raksa (mmHg) atau milibar (mbar). Tekanan udara patokan (sering juga disebut) tekanan udara normal) adalah tekanan kolom udara setinggi lapisan atmosfer bumi pada garis lintang 450 dan suhu 00C. besarnya tekanan udara tersebut dinyatakan sebagai 1 atm. Tekanan sebesar 1 atm ini setara dengan tekanan yang diberikan oleh kolom air raksa setinggi 760 mm. satuan tekanan selain dengan atm atau mmHg juga dapat dan sering dinyatakan dalam satuan kg/m2.

2.      Variasi Tekanan Udara

         Tekanan udara dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat dan waktu yang berbeda, besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara vertikal yaitu makin ke atas semakin menurun. Hal ini dipengaruhi oleh komposisi gas penyusunnya makin ke atas makin berkurang , sifat udara yang dapat dimampatkan, kekuatan gravitasi makin ke atas makin lemah , dan adanya variasi suhu secara vertikal di atas troposfer (>32 km) sehingga makin tinggi tempat suhu makin naik.
         Tekanan udara secara horizontal yaitu variasi tekanan udara dipengaruhi suhu udara, bahwa daerah yang suhu udaranya tinggi akan bertekanan rendah dan daerah yang bersuhu udara rendah tekanannya tinggi. Pola penyebaran tekanan udara horizontal dipengaruhi oleh lintang tempat , penyebaran daratan dan lautan , dan pergeseran posisi matahari tahunan.

3.      Sistem Tekanan Udara

           Dua system tekanan udara yang utama mengontrol cuaca kita. Tekanan tinggi (antisiklon) terbentuk ketika udara dingin turun. Biasanya tekanan tinggi berarti cuacanya kering dan baik panas di musim panas dan dingin di musim dingin. Tekanan rendah (siklon atau depresi) terjadi ketika udara panas naik,membawa awan hujan dan cuaca yang tidak mementu. Angin bertiup dari zona bertekanan tinggi ke zona bertekanan randah. Kekuatan angin tergantung pada besarnya perbedaan tekanan. Jika perbedaannya besar,maka anginnya kuat.
          Seperti dibelahan bumi utara,angin berputar melawan arah jarum jam menuju zona bertekanan rendah dan berputar-putar searah jarum jam dari zona bertekanan tinggi dan dibelahan bumi selatan,angin berputar berlawanan arah dengan angin di belahan bumi utara,berputar menuju zona bertekanan rendah.

4.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Variasi Tekanan Udara

          Lintang bumi : semakin tinggi kerapatan udara, semakin besar udara yang ditimbulkan. Perbedaan dalam menerima energy matahari pada berbagai permukaan bumi pada lintang tempat yang berbeda membawa konsentrasi terhadap perbedaan kerapatan udara ,
         Sebaran lautan dan daratan : pengaruh sebaran daratan dan lautan ini sangat jelas pada lintang pertengahan, pada musim dingin benua relatif lebih dingin dan mempunyai tendensi membentuk pusat-pusat tekanan tinggi,
           Ketinggian tempat : pergeseran garis edar matahari akan menyebabkan fluktasi suhu musiman terutama untuk daerah garis lintang pertengahan. Suhu akan berpengaruh terhadap pemuaian dan penyusutan volume udara. Jika suhu udara memuai maka udara menjadi lebih renggang dan tekanan udara menurun, demikian sebaliknya

5.      Rumus Tekanan Udara

Bagaimana menetukan tinggi suatu tempat bila diketahui tekanannya? Bagaimana pula menentukan tekanan jika yang kita ketahui adalah tekanannya. Tekanan udara dipermukaan air laut adalah 76 cmHg yang akan jadi patokan dan setiap perubahan tinggi 100 m maka akan terjadi perubahan tekanan sebesaar 1 mmHg.
Ph = (Pu – h/100) cmHg

Ph = tekanan pada ketinggian h
Pu = tekanan udara permukaan air laut
h  = tinggi suatu tempat
untuk mencari ketinggian
h = (Pu-Ph) x 100 m
Contoh Soal
Wilayah Jakarta utara memiliki ketinggian 10 m dibawah permukaan airl laut. Berapakah tekanan udara di tempat tersebut.
Jawab
Ph = (Pu – h/100) cmHg
Ph = (76 – 10/100) = 76 – 0,1 = 75,9 ccmHg
jika disuatu puncak gunung tekanan udaranya adalah 45 cmHg, berapa ketinggian gunung tersebut dari permukaan air laut?
h = (Pu-Ph) x 100
h = (76-45 x 100 = 31 x 100 = 3100 m di atas permukaan laut.
6.      Barometer

           Satuan tekanan adalah milibar (mb), Pascal (Pa), Atmosfer (Atm), cmHg, dll, sementara alat untuk mengukur tekanan disebut barometer. Istilah ‘barometer’ diperkenalkan pada 1665-1666 oleh seorang ilmuwan alam dari Irlandia bernama Robert Boyle. Kata tersebut diturunkan dari istilahYunani báros yang berarti ‘berat, bobot’ dan métron yang berarti ‘ukuran’, yang berarti ukuranberat udara.
           Barometer ada dua jenis yaitu barometer raksa dan barometer aneroid.Tetapi kegunaan mereka tetap sama yaitu mengukur tekanan udara.barometer termasuk peralatan metereologi non recording yang pada waktu tertentu harus dibaca agar mendapat data yang diinginkan.Barometer baik raksa maupun aneroid dipengaruhi oleh ketinggian,mengingat tekanan udara akan berkurang seiring pertambahan ketinggian,sehingga perlu selalu pensetting awal.
           Barometer raksa ada dua jenis yaitu wheel barometer dan stick barometer.Prinsip kerja wheel barometer adalah peningkatan tekanan udara akan berpengaruh pada kolom merkuri menyebabkan ketinggian raksa di tuba sebelah kiri meningkat disebelah kanan menurun.Terdapat pemberat kecil yng mengapung di atas merkuri,yang mengikuti pergerakan turun naik merkuri ini menyebabkan darongan yang terhubung pada pointer dimana akan mengidentifikasi kenaikan tekanan.Jika terjadi penurunan tekanan maka akan terjadi proses sebaliknya,barometer jenis ini sebaiknya diguncang dulu sebelum digunakan.
          Stik barometer mempunyai prinsip kerja sebagai berikut barometer jenis ini dirancang untuk dapat membaca tekanan pada sea level dan juga dapat langsung dibaca oleh pengguna pada skala yang biasanya tercatat pada stick barometer tersebut,sehinngga memerlukan pengaturan yang lebih rumit disbanding wheel barometer untuk menyesuaikan dengan ketinggian.Prinsip kerjanya hampir sama dengan wheel barometer karena sama-sama menggunakan air raksa.
         Intinya barometer didasarkan pada pemahaman bahwa tekanan udara akan berkurang dengan menambah ketinggian.


Klimatologi-angin

Angin 
Tugas untuk memenuhi
tugas makalah kelompok mata kuliah klimatalogi
dengan bimbingan Ibu Siska

ub-2012


Oleh:


Nama        :  135040200111181 Megawati Ompusunggu
                                135040200111183 Andre Sitinjak
            Kelas        :   R



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG

2013





1.      Defenisi Angin
              Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.
Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.

2.      Proses Terjadinya Angin
              Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas  matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerahyang terkena banyak paparan sinar mentari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain.
Angin buatan dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Secara sederhana angin dapat kita ciptakan sendiri dengan menggunakan telapak tangan, kipas sate, koran, majalah, dan lain sebagainya dengan cara dikibaskan. Sedangkan secara rumit angin dapat kita buat dengan kipas angin listrik, pengering tangan, hair dryer, pompa ban, dan lain sebagainya. Secara alami kita bisa menggunakan mulut, hidung, lubang dubur, dan sebagainya untuk menciptakan angin.
Udara dapat membawa partikel bau dari suatu zat sehingga angin dapat membawa bau atau aroma mulai dari aroma yang sedap hingga aroma yang tidak sedap di hidung kita. Bau masakan, bau amis, bau laut, bau sampah, bau bensin, bau gas, bau kentut, bau kotoran, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh bau yang dapat dibawa angin.

3.      Faktor Terjadinya Angin
a.        Gradien barometri, bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.
b.      Letak tempat, kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.
c.       Tinggi tempat, semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
d.      Waktu, Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.
Salah satu faktor penyebab timbulnya angin adalah adanya gradien tekanan yang timbul karena adanya perbedaan suhu udara. Kuat atau lemahnya hembusan angin ditentukan oleh besarnya kelandaian tekanan udara atau dengan kata lain kecepatan angin sebanding dengan kelandaian tekanan udaranya. Disamping kelandaian tekanan, gerak angin ditentukan oleh faktor-faktor lain seperti pengaruh rotasi bumi dan gaya gesek .Semakin besar perbedaan tekanan udara maka semakin besar pula kecepatan angin berhembus.
Angin secara umum dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
·         Angin Geostropik, angin yang timbul setelah gaya gradien tekanan dan gaya coriolis mengalami keseimbangan serta paralel terhadap isobar.
·         Angin Gradien, angin yang timbul akibat ada pengaruh gaya sentrifugal-sentripetal. Dimana kenyataan di alam isobar tidak pernah lurus akan tetapi melengkung.
·         Angin Vertikal, angin vertikal timbul karena adanya pengaruh dari gaya gravitasi bumi dan juga gaya gerak udara keatas yang diakibatkan adanya perbedaan tekanan.

4.      Alat Pengukur Angin
Alat alat pengukur angin  adalah :
·         Anemometer, yaitu alat yang mengukur kecepatan angin.
·         Wind vane, yaitu alat untuk mengetahui arah angin.
·         Windsock, yaitu alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. Biasanya ditemukan di bandara – bandara.

5.      Jenis-Jenis Angin
a.  Jenis-Jenis Angin Lokal
              Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini biasa dimanfaatkan para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.
Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut yang umumnya terjadi pada saat malam hari dari jam 20.00 sampai dengan jam 06.00. Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu bertenaga angin sederhana.
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke arah puncak gunung yang biasa terjadi pada siang hari.
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung yang terjadi pada malam hari.
Angin Ribut/Puyuh biasa juga dikenal dengan puting beliung, yaitu angin kencang yang datang secara tiba – tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3 – 5 menit). Kecepatan angin rata – ratanya berkisar antara 30 – 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu – abu gelap dan menjulang tinggi. Namun, tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung. Puting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 – 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.

b.   Jenis-Jenis Angin Musim
Angin Fohn/angin jatuh adalah angin yang terjadi seusai hujan Orografis. angin yang bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin Fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginya lebih dari 200 meter di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air sudah dibuang pada saat hujan Orografis. Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubuhnya terhada serangan penyakit.
Angin Munsoon, Moonsun, muson adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah.
Angin Musim Barat/Angin Muson Barat adalah angin yang mengalir dari Benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat, hal ini disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan. Angin ini terjadi pada bulan Desember, januari dan Februari, dan maksimal pada bulan Januari dengan kecepatan minimum 3 m/s.
Angin Musim Timur/Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (musim panas) sedikit curah hujan (kemarau) di Indonesia bagian Timur karena angin melewati celah- celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau. Terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus, dan maksimal pada bulan Juli.
Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Terdiri dari Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara dan Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan. Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).
Angin Anti Passat, udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia. Karena adanya Gradien Tekanan maka angin akan selalu bertiup dari tempat yang memiliki tekanan udara tinggi ke tempat dengan tekanan udara rendah. Sehingga menyebabkan angin bertiup dari Lintang sedang ke daerah Ekuator.

5.      Pengaruh angin terhadap tanaman
   Secara luas angin akan mempengaruhi unsur cuaca seperti  suhu yang optimum dimana tanaman tumbuh dan berproduksi dengan sebaik-baiknya, kelembaban udara yang berpengaruh terhadap penguapan permukaan tanah dan penguapan permukaan daun, maupun pergerakan awan,  Membawa uap air  sehingga udara panas menjadi sejuk  dan juga Membawa gas-gas yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan dan perkembangan  tanaman.
 Ditinjau dari segi keuntungannya angin sangat membantu dalam penyerbukan tanaman. angin akan membawa serangga penyerbuk  lebih aktif membantu terjadinya persarian bunga dan pembenihan alamiah. Sedangkan pada keadaan kecepatan angin  kencang, kehadiran serangga penyerbuk menjadi berkurang sehingga akan berpengaruh terhadap keberhasilan penangkaran benih dan akan menimbulkan penyerbukan silang.

Dari segi kerugiannya, angin yang kencang  dapat menimbulkan bahaya dalam Penyerbukan, karena angin  bijinya tidak bisa menjadi murni sehingga tanaman perlu diisolasi. Dan juga dapat menyebarkan  hama penyakit seperti perkembangan jamur.

akar

2.3 AKAR
2.1.1 Defenisi Akar
Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga(di samping batang dan daun) bagi tubuhnya telah merupakan kormus(Tjitrosoepomo,2005)
Tjitrosoepomo,2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Root is a plant organ that tether plants in soil, absorbs minerals and water, deliver water nutrients, and storing food (Campbell, 2003)Akar adalah organ tumbuhan yang menambatkan tumbuhan di tanah, menyerap mineral dan air , menghantarkan air nutrient,serta menyimpan makanan( Campbell, 2003)
Campbell, 2003. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Root is the organ of a plant that typically lies bellow the surface of the soil.Akar adalah bagian tumbuhan yang ada di dalam tanah(Pudjoarinto A. 1986)
Pudjoarinto A. 1986. Sitematika tumbuhan. Laboratorium taksonomi tumbuhan. Fakultas Biologi UGM Yogykarta.
Root is a plant organ that absorbs minerals and water from the soil .Akar adalah organ tumbuhan yang berfungsi menyerap mineral dan air dari dalam tanah(Fiktor dan Moekti,2006)
Fiktor dan Moekti,2006. Biologi 2. PT. Grafindo:Jakarta
Root is one of the principal organs of the plant in addition to the stem and leaves are very useful to enforce plant life that serves to absorption, processing, transport and accumulation of nutrients.Akar adalah salah satu organ pokok tumbuhan selain batang dan daun yang sangat berguna untuk menegakan kehidupan tumbuhan yang berfungsi untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan dan penimbunan zat-zat makanan. (Sumardi I. & Pudjoarinto A, 1992 )
Sumardi I. & Pudjoarinto A. 1992. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Fakultas Biologi UGM Yogykarta.
Root is a plant organ that is generally located in the soil, although in some particular plant, there are roots rising above the ground, for instance in plants epiphytic orchids. Akar merupakan organ tumbuhan yang umumnya berada di dalam tanah, walaupun pada beberapa tumbuhan tertentu, ada akar yang menjulang di atas tanah, misalnya pada tumbuhan anggrek epifit.( Hidajat, Estiti B. 1995. )
Hidajat, Estiti B. 1995. Morfologi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB

2.1.2 Sistem Perakaran dan Penjelasan gambar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvxsNbkvruMJBPC9jhSDHH54mOpMk5P9tL98I38SI84B9GumXSaKGHCHiOa9_fP_ILIEe0i0VT-4mA26P0YN1pT8qWfT6-onEWtVjKesTg8YrmG1-JEx-Rl8l2g46Pc16ct7lzNeT5FQ4/s320/Akar+dikotil.jpgAda tiga macam sistem perakaran, yakni:

     * SISTEM PERAKARAN TUNGGANG (RADIX PRIMARIA)
Sistem Perakaran ini terdapat pada tumbuhan dikotil. Akar ini terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar, merupakan perkembangan dari akar primer dari biji berkecambah.

http://thehoneybee19.files.wordpress.com/2011/04/g3.jpg
* SISTEM PERAKARAN SERABUT (RADIX ADVENTICIA)
Sistem perakaran ini dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Akar ini terdiri dari sejumlah akar kecil, ramping, dan berukuran sama. perakaran serabut trbentuk pada waktu akar primer mmebentuk cabang sebanyak-banyaknya.





https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR9BuiRkLiCEJwXNwSit8OZYSjLz395K3Syb8yvU9ExUlAshdBDFraLg-kk* SISTEM PERAKARAN ADVENTIF
Sistem perakaran ini adalah sistem perakaran yang bukan berasal dari akar primer. Contohnya akar dari batang cangkokan, akar dari umbi batang, dan akar dari stek, bahkan ada akar yang dari daun.
( Tjitrospepomo, 2009)
Tjitrosoepomo,2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
2.1.3 Macam – macam Bentuk Akar gambar
Keragaman bentuk dan struktur akar sering terkait dengan fungsinya. Menurut Tjitrosoepomo, 2005 dikenal juga beberapa jenis akar yang dibedakan secara morfologi sebagai berikut :
1.      Akar gantung (radix aerous) :Akar ini keluar dan menggantung di atas tanah dan arah tumbuhnya ke dalam tanah. Contohnya pada Beringin(Ficus benjamin).
2.      Akar penghisap (haustorium):  Terdapat pada tumbuhan yang bersifat parasit dan berfungsi untuk menyerap zat makanan dari inangnya. Contohnya pada  Endak cacing (Cuscutha aus R. Br.)
3.      Akar pelekat (radics adligans) : Akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat. Contohnya pada Lada (Piper nigrum L.)
4.      Akar pembelit (cirhus radicalis) : Sama halnya akar pelekat akan tetapi dengan memeluk penunjangnya. Contohnya pada Panili (Vanilla planifolia Andr)
5.      Akar nafas (pneumatophora) : Merupakan cabang akar yang tumbuh tegak lurus muncul ke permukaan tanah. Contohnya pada  Kayu api (avicennia)
6.      Akar tunjang : Akar yang tumbuh dari bagian bawah batang yang seakan menunjang batang tersebut. Contohnya pada  Pandan (Pandanus tectorious Sol.)
7.      Akar lutut : Bagian akar yang tumbuh ke atas kemudian membengkok masuk ke dalam tanah. Contohnya pada Tanjang (Bruguiera parvifolia w. et A.)
8.      Akar banir : Berbentuk seperti papan untuk memperkokoh batang yang umumnya pada pohon berukuran besar. Contohnya pada Kenari (Canarium commune L.).
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQCoaQZAAvrC9TEUjWCfl4_yLqJeeNf31gG7xZFnKKio4fs5D5x-YhkNQw
 


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-hWOyeulylhtai5Us2wu_rz1d9xt7OUYJipPcQw75nRNrVsDUOO3PZuIhttps://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ9aXP11B5oIOdbYRD8C0GlkcGT7axb8WIbNRKRwF4ffgNg7DQ7tr5I60I             
Akar gantung                          Akar Penghisap                       akar pelekat


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvQtNNmyLEsbVVqaHoOz3PUoe3B87IfSe_vWocYpZK4O4VSD_KUc4GbFRJhttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTVWgi04GqAMfzCAzGXtwwOskpIJ6mT2oj7Es_FwFdE4zJgiEVqOYvB42QGhttps://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRxKkmGYIV33PYS1uhiln85aiGoZtJkyorwgYkZR0KGAMssnPYbkmoelIc                                                                                          
Akar nafas                             akar tunjang                  akar lutut

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1ohumPiC58UO287DEHzD8guwdaKPvx8EiXyV7Rb_yzTSC3Sd1KkrMADI
Akar banir      

Tjitrosomo, Siti Sutarmi. Prof. Dr. Ir. H. 1983. Botani Umum 1. Bandung :
Angkasa.
2.1.4 Macam- macam Modifikasi Akar
1. Duri Akar yaitu akar yang bermetamorfosis jadi durI Utuk melindungi dirinya
2. Umbi Akar yaitu akar yang digunakan sebagai cadangan makanan
(Tjitrosoepomo,2005.)
Tjitrosoepomo,2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press


kekhususan Enzim

Kekhususan Enzim

  Kekhususan enzim ada 2, yaitu absolut (spesifik) dan relatif. Absolut atau spesifik yaitu 1 enzim yang hanya bisa mereaksikan 1 substrat, contohnya enzim glukokinase yang hanya untuk substrat glukosa. Relatif yaitu 1 enzim yang bisa mereaksikan beberapa substrat, contohnya enzim hexokinase yang bisa mereaksikan glukosa dan fruktosa. Kekhususan tergantung sifat ikatan enzim dengan substrat, sifat gugus katalitik, kofaktor organik, ion logam, bentuk komplementer, muatan listrik, sifat hidrofilik/ hidrofobik dari enzim maupun substrat.
            Salah satu ciri khas enzim adalah cara bekerjanya secara spesifik. Artinya,enzim hanya dapat bekerja pada substrat tertentu. Bagaimana cara kerja enzim? Adadua teori yang menjelaskan tentang cara kerja enzim sebagai berikut: 
1. Lock and Key Theory (Model Gembok dan Kunci)
Dikemukakan oleh Fischer (1898). Enzim diumpamakan sebagai gembok yang mempunyai bagian kecil yang dapat mengikat substrat (ibaratnya lubang pada gembok tempat memasukkan kunci). Bagian enzim yang dapat berikatan dengan substrat disebut sisi aktif. Substrat diumpamakan kunci yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim.
2. Induced Fit Theory (Teori Ketepatan Induksi)
Sisi aktif enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah bentuk menyesuaikan bentuk substrat.
            Dari kedua teori tersebut, yang paling benar tentang cara kerja enzim adalah teorikedua, Induced Fit Theory, di mana enzim tersebut bersifat fleksibel dan dapat berubah sesuai bentuk substrat atau menyesuaikan dengan bentuk substrat.
            Nomenklatur yang mula-mula digunakan sangat sederhana, yaitu dengan mencantumkan akhiran -ase pada nama substrat dimana enzim itu bekerja. Misalnya proteinase yaitu enzim yang bekerja pada protein, lipase yang bekerja pada lipid, dsb. Ada pula yang mencantumkan akhiran -ase pada jenis reaksinya, misal oksidase yaitu enzim yang bereaksi secara oksidasi, reduktase yaitu enzim yang bereaksi secara reduksi. Namun kesemuanya masih memberikan kesimpangsiuran atau kurang tepatnya nomenklatur enzim, sehingga IUB (International Union of Biochemistry) menganut satu aturan kode dengan cara membagi enzim ke dalam enam kelas, yaitu:
1. Oksidoreduktase: enzim yang mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi antara dua substrat.
    Stered  +   S’teroks        Steroks  +  S’tered
2. Transferase: mentransfer substrat untuk pemindahan gugus (selain H) antara sepasang substrat.
S—G  +  S’                        S’—G  +   S
3. Hidrolase: enzim pemotong secara hidrolisis. Mengkatalisis pemecahan hidrolitik dari C—C, C—N, C—O, P—O
4. Liase: enzim pemotong tetapi tidak dengan cara hidrolisis. Ciri lain yaitu menghasilkan senyawa ikatan rangkap.
5. Isomerase: mengkatalisis perubahan struktural atau geometrik karena senyawanya bentuknya 3 dimensi.
6. Ligase: mengikat 2 substrat dengan menggunakan energi.
            Suatu enzim untuk mengkatalisis suatu reaksi bisa meminta bantuan oleh senyawa-senyawa di luar enzim.
             Telah dijelaskan bahwa  ada aktivator enzim dan inhibitor enzim. Contoh aktivator yang pertama adalah prosthetic group. Prosthetic group ini pada suatu senyawa punya ikatan erat dan stabil dalam enzim. Jadi ketika enzim itu dibuat atau diproduksi di pabriknya prosthetic grup ini sudah melekat, jadi udah termasuk komponen. Dan prosthetic group sudah harus ada. Prosthetic group terdiri dari vitamin B komplek yaitu B6, B1, ion-ion logam (ex: magnesium). Jika prosthetic group tersusun dari ion logam maka enzimnya disebut sebagaimetallo enzim. Lalu apa bedanya dgn kofaktor apa? Kofaktor juga berupa ion-ion logam (metal activated enzime)? Bedanya yaitu ketika enzim itu di produksi atau dibuat, kofaktornya tidak ikut. Kofaktor dipanggil saat mulai mengkatalisis suatu reaksi atau istilahnya hanya dipanggil saat diperlukan saja. Oleh karena itu disebut metal activated enzime.
KOFAKTOR
-          Ikatan bersifat sementara, tdk sekuat prostetic group
-          Bisa berikatan dg enzim atau substrat (ATP)
-          Terbanyak berupa ion-ion logam (“metal-activated enzyme”)
            Contoh aktifator kedua adalah koenzim. Koenzim ini tidak aktif pd reaksi, tetapi aktif pada proses distribusi. Fungsinya untuk mempercepat distribusi atau sebagai transport/ kendaraan, example: distribusi substrat, distribusi produk, dsb. Koenzim ini juga terdiri dari vitamin B terdiri dari vitamin B6, B1, biotin, dsb.
Beberapa koenzim  mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin bahkan menjadi bagian dari molekul vitamin tersebut. Hubungan antara vitamin dengan koenzim tamapak pada contoh berikut :
1.    Niasin, merupakan nama vitamin yang berupa molekul nikotinamida atau asam nikotinat. Molekul nikotinamida terdapat sebagai bagian dari molekul NAD+, NADP+.  Kekurangan niasin akan mengakibatkan pellagra pada manusia.
2.    Molekul riboflavin atau vitamin B2 terdiri atas D ribitol yang terikat pada cincin issoaloksazon yang tersubstitusi. Vitamin ini dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Molekul riboflavin merupakan bagian dari molekul FAD.
3.    Asam lipoat adalah suatu vitamin yang juga merupakan faktor pertumbuhan dan terdapat dalam hati. Asam ini terdapat dalam dua bentuk teroksidasi dan tereduksi, berfungsi sebagai kofaktor pada enzim piruvat dehidrogenase dan ketoglutarat dehidrogenase, berperan dalam reaksi pemisahan gugus asil.
4.    Biotin adalah vitamin yang terdapat dalam hati dan berikatan dengan suatu protein. Biotin berfungsi sebagai koenzim dalam reaksi karboksilasi.
5.    Tiamin atau vitamin B1 umumnya terdapat dalam keadaan bebas dalam beras atau gandum. Kekurangan vitamin B1 akan mengakibatkan penyakit beri-beri. Koenzim yang berasal dari vitamin B1 ialah tiaminifosfat (TPP) dan berperan dalam reaksi yang menggunakan enzim alpa keto dekarboksilase, asam alpa keto oksidase, transketolase dan fosfo ketolase.
6.    Vitamin B6 terdiri dari tiga senyawa yaitu piridoksal, piridoksin dan piridoksamin. Kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan dermatitis (penyakit kulit) dan gangguan pada sistem saraf pusat. Koenzim dari vitamin B6 ialah piridoksalfosfat dan piridoksaminofosfat.
7.    Asam folat dan derivatnya terdapat banyak dalam alam. Bakteri dalam usus memproduksi asam fosfat dalam jumlah kecil. Koenzim yang berasal dari vitamin ini ialah asam tetrahidrofosfat (FH4). Peranan FH4 ialah sebagai pembawa unit senyawa satu atom karbon yang berguna dalam biosintesis purin, serin dan glisin.
8.    Vitamin B12 sebagaimana diisolasi dari hati adalah sianokobalamina. Fungsi vitamin B12 adalah bekerja pada beberapa reaksi anatara lain reaksi pemecahan ikatan C-C, ikatan C-O, dan ikatan C-N dengan enzim mutase dan dehidrase.
9.    Asam pantotenat terdapat dalam alam sebagai komponen dalam molekul koenzim A. vitamin ini diperlukan oleh tubuh sebagai faktor pertumbuhan. Koenzim A berperan penting sebagai pembawa gugus asetil, khususnya dalam biosintesis asam lemak.
Di samping koenzim yang mempunyai hubungan struktural dengan vitamin, ada pula koenzim yang tidak berhubungan dnegan vitamin, yaitu adenosine trifosfat atau ATP. Koenzim ini termasuk golongan senyawa berenergi tinggi. ATP berfungsi sebagai koenzim yang memindahkan gugus fosfat. Bila ATP melepaskan 1 gugus fosfat, maka ATP akan berubah menjadi adenosine difosfat (ADP) juga energi yang digunakan untuk reaksi lain. ATP bersama dengan enzim kinase, misalnya heksokinase dan piruvat kinase berperan dalam metabolisme karbohidrat.
            Berikutnya isozim, isozim ini adalah enzim mengkatalisis reaksi yg sama tetapi punya sifak fisik, kimia, imunologi yg berbeda, misalnya manusia punya enzim laktat dehidrogenase tetapi habis lalu dari insect di isomerkan pd tubuh manusia bisa menyebabkan alergi/ proses imunologis.
            Enzim yang mempunyai fungsi diagnostik klinik dibagi menjadi dua yaitu enzim plasma fungsional dan enzim plasma non fungsional.
            a. Enzim plasma fungsional
        Tempat kerjanya dalam darah. Contohnya LPL (Lipo Protein Lipase), cholinesterase, proenzim, hemostasis. Umumnya disintesis dalam hati; konsentrasi darah, sama atau sudah lebih tinggi dari jaringan. Ex : lipoprotein lipase, pseudokolin esterase pro Enzim pembekuan dan pemecahan darah.
b. Enzim plasma non fungsional
                        Tempat kerjanya tidak dalam darah. Contohnya: AST = SGOT, ALT = SGPT, amilase, lipase, γ-Glutamil transpeptidase, laktat dehidrogenase, acid fosfatase, alkali fosfatase. Kadarnya jauh lebih rendah dari jaringan sehingga dapat membantu diagnostik dan prognostik klinik yang berharga.
PENINGKATAN REAKSI KIMIA:
         Peningkatan suhu  energi kinetik meningkat
         Katalisator:
            - energi aktivasi turun
            - tdk merubah δG
            Kinetika enzim berguna untuk mengukur kadar enzim, tetapi ini sulit untuk diukur karena jumlah E yang sangat kecil. Cara mengukurnya dengan membandingkan E yang belom diketahui dengan E yang sudah diketahui. Konstanta kecepatan reaksi adalah Km. Jika Km kecil lebih mudah bereaksi, ini disebut dengan afinitas. Oleh karena itu jika Km kecil afinitasnya besar. Kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu:
a. pH
Ketika aktivitas enzim diukur pada berbagai nilai pH, aktivitas enzim optimal dilihat antara pH 5 dan 9. Jadi jangan terlalu asam dan jangan terlalu basa. pH dapat mempengaruhi aktivitas dengan mengubah struktur atau dengan mengubah muatan residu fungsional pada pengikatan substrat atau katalisis. Kalau pH terlalu asam/ katalis akan mengalami perbuahan konformasi dan mengakibatkan active site berubah-ubah.
b. Suhu
Peningkatan suhu akan meningkatkan kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim. Enzim dari manusia yang mempertahankan suhu tubuh pada 37oC, umumnya memperlihatkan stabilitas hingga suhu setinggi 45-55oC. Diatas suhu optimum akan menyababkan denaturasi. Dibawah suhu optimum, reaksi akan meningkat karena kenaikan energi kinetik molekul-molekul yang bereaksi. Suhu optimum berubah-ubah tergantung waktu (t1 & t2). Stabilitas enzim terhadap suhu dipengaruhi oleh pH, kekuatan ionik medium, ada tidaknya ligan.
Kecepatan awal suatu reaksi yang dikatalisis enzim selalu sebanding dengan konsentrasi enzim. Karena kadar S, E, suhu, dll hanya dapat diketahui pada awal reaksi.
Pengaruh inhibitor dilihat dari sifat ikatan dibagi menjadi dua yaitu, inhibitor reversibel dan irreversibel. Inhibitor reversibel bisa saling lepas, sedangkan inhibitor irreversibel jika mengikat dengan enzim tidak bisa lepas lagi. Berdasarkan sifat kinetik dibagi menjadi dua yaitu, inhibitor kompetitif dan inhibitor non kompetitif. Efek inhibitor kompetitif akan hilang bila substrat ditingkatkan. Efek inhibitor non kompetitif tidak hilang bila substrat ditingkatkan.
a. Inhibitor kompetitif
                        Menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim. Inhibitor ini besaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Pengambatan bersifat reversibel (dapat kembali seperti semula) dan dapat dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat.
                        Inhibitor kompetitif misalnya malonat dan oksalosuksinat, yang bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan enzim suksinat dehidrogenase, yaitu enzim yang bekerja pada substrat oseli suksinat.
b. Inhibitor nonkompetitif
                        Inhibitor ini biasanya berupa senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Contohnya antibiotik penisilin menghambat kerja enzim penyusun dinding sel bakteri. Inhibitor ini bersifat reversible tetapi tidak dapat dihilangkan dengan menambahkan konsentrasi substrat.
Inhibitor Reversibel → Kompetitif
                                  Non Kompetitif

Inhibitor Irreversibel→Non Kompetitif
1. Inhibitor Kompetitif
                            Efek Inhibitor hilang bila  [S] ditingkatkan
•         Selalu Reversibel
•         Hanya dpt berikatan dg E saja atau S saja, tdk dg ES
•         Ki : Konst. Disosiasi Kompleks EI
•         INHIBITOR KOMPETITIF MERUBAH (↑↑) Km TAPI TIDAK MERUBAH HARGA Vmax
•         Efek Inhibitor selain tergantung [I] juga tergantung Ki
•         Bila jumlah [S] diperbesar  ~                      
•         JADI, EFEK INHIBITOR DAPAT DIHILANGKAN DENGAN MENINGKATKAN JUMLAH [S]
2. Inhibitor Non Kompetitif
                            Efek Inhibitor tidak hilang bila [S] ditingkatkan
            INHIBITOR NON KOMPETITIF REVERSIBEL
•         Dapat berikatan dengan E maupun ES
•         Berikatan dengan E pada tempat berbeda dg S
•         Struktur tidak mirip S
•         INHIBITOR NON KOMPETITIF REVERSIBEL TIDAK MERUBAH KM, TAPI MERUBAH/MENURUNKAN Vmax
•         Karena Vmax = K3 [Et], maka Inhibitor Non Kompetitif Reversibel seakan-akan menurunkan [E] yang aktif.


INHIBITOR NON KOMPETITIF IRREVERSIBEL
•         Merubah konformasi seluruh enzim (Hg, Ag, Ba), atau merubah konfigurasi “active site” (derivat fosfofluoridat), sehingga enzim menjadi inaktif.
•         Sulit dibedakan dengan Inhibitor non Kompetitif Reversibel.
•         Menurunkan harga Vmax, tetapi tidak merubah harga Km.
Note:
1. Inhibitor kompetitif : Vmax tetap, Km berubah.
2. Inhibitor non kompetitif reversibel : Vmax berubah/ turun, Km tetap.
3. Inhibitor non kompetitif irreversibel : Vmax turun, Km tetap.
Enzim Allosterik:
a) Tidak mengikuti kinetika Michaelis-Menten.
b) Umumnya oligometrik (lebih dari 2 sub-unit)
c) Menunjukkan kooperativitas, dapat mengikat lebih dari 1 molekul S.
d) Memiliki tempat pengikatan allosterik (A/I) selain tempat pengikatan S.
e) Tidak semua Enzim Oligomerik adalah Allosterik (laktat dehidrogenase).
f) Beberapa Enzim punya sub-unit Katalitik dan sub-unit Regulatorik.
g) Enzim Allosterik  Multi Ligan (S, I, Aktivator dll.)
h) Kooperativitas: pengikatan 1 Substrat mempermudah pengikatan Substrat berikutnya.
  Enzim Allosterik punya tempat ikatan dg substrat (active-site) dan tempat ikatan Allosterik.
  Pengikatan pada tempat Allosterik  perubahan konformasi tempat ikatan S (tempat ikatan isosterik)  laju reaksi akan naik/turun (aktivasi/inhibisi).
  Pengaruh tersebut dpt tertuju pd pengikatan S (thd K), pd proses katalisis (thd Vmax) atau thd keduanya.
  Allosterik hanya dpt mengikat senyawa dengan konfigurasi yang cocok (kekhususan sterik).
Laju reaksi enzimatik
Pengendalian:
a.       Pengendalian sintesis/degradasi enzim
b.      Pengendalian aktivitas katalitik enzim
Pengendalian Sintesis Enzim
Berjalan secara genetis, pada Prokariota
1. Represi:
            a. typhimurium:
                - penambahan His akan menurunkan enzim biosintesis His.
                - penambahan Leu akan menurunkan enzim biosintesis Leu.
                - represi umpan balik produk.
b. E. coli yg tumbuh pd sumber C selain glukosa
                            (X)  glukosa  menekan enzim katabolisme X  represi katabolit
2. Induksi:
- E. coli + laktosa  mula-mula tdk bisa berbiak krn enzim (-). Tapi kmudian E. coli dpt memproduksi enzim  pemecah laktosa.
            - Laktosa = induktor
              Enzim    = enzim induksibel (“inducible enzyme”)
       Enzim konstitutif  selalu ada dlm setiap keadaan.
Pengendalian Degradasi Enzim
•                     Pada eukariota
•                     Enzim adalah protein  dpt dihidrolisis oleh enzim proteolitik
•                     Triptofan oksigenase meningkat bila triptofan meningkat peningkatan jumlah enzim karena degradasi enzim menurun
Aplikasi Enzim:
•         Enzim memiliki aplikasi industri dan medis yang berharga.
•         Ragi, anggur, adonan asam roti, pembekuan keju dan pembuatan bir.
•         Kegunaan enzim dalam medicine diantaranya membunuh mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, meningkatkan penyembuhan luka dan mendiagnosa penyakit tertentu.

            Saya tertarik untuk mengembangkan materi tentang enzim SGOT dan SGPT. Karena dalam klinisnya di rumah sakit nantinya kita akan banyak menemukan kasus-kasus yang berkaitan dengan enzim-enzim tersebut. Contohnya saja kasus dengan pasien yang menderita hepatitis akut nantinya akan diperiksa kadar SGOT/ SGPTnya.
            SGOT singkatan dari Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase, Sebuah enzim yang biasanya hadir dalam dan jantung sel-sel hati. SGOT dilepaskan ke dalam darah ketika hati atau jantung rusak. Tingkat darah SGOT ini adalah demikian tinggi dengan kerusakan hati (misalnya,dari hepatitis virus ) atau dengan penghinaan terhadap jantung (misalnya, dari serangan jantung). Beberapa obat juga dapat meningkatkan kadar SGOT. SGOT juga disebut aspartateaminotransferase (AST).
            Sedangkan SGPT adalah singkatan dari Serum Glutamic Piruvic Transaminase, SGPTatau juga dinamakan ALT (alanin aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukanpada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. Enzim ini dalam jumlah yang kecil dijumpai pada otot jantung, ginjal dan otot rangka. Pada umumnya nilai tes SGPT/ ALT lebih tinggi daripada SGOT/ AST pada kerusakan parenkim hati akut, sedangkan pada proses kronis didapat sebaliknya.
            SGPT/ALT serum umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri, secarasemi otomatis atau otomatis. Nilai rujukan untuk SGPT/ALT adalah :
Laki-laki : 0 – 50 U/L
Perempuan : 0 – 35 U/L
            Dalam uji SGOT dan SGPT, hati dapat dikatakan rusak bila jumlah enzim tersebutdalam plasma lebih besar dari kadar normalnya.Kondisi yang meningkatkan kadar SGPT/ALT adalah :
Peningkatan SGOT/SGPT > 20 kali normal : hepatitis viral akut, nekrosis hati (toksisitasobat atau kimia)
Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear, hepatitis kronis aktif, sumbatan empedu ekstra hepatik, sindrom Reye, dan infark miokard (SGOT>SGPT)
Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis, perlemakan hati, sirosis Laennec, sirosisbiliaris

Sifat Enzim : spesifisitas enzim
Sifat yang penting dari enzim diantaranya adalah daya katalisisnya dan sifat katalisisnya yang spesifik terhadap reaksi tertentu. Enzim hanya dapat bekerja pada suatu substrat tertentu atau pada sejumlah kecil senyawa yang sejenis. Hal ini berbeda dengan katalisator inorganik seperti H+, OH- ataupun ion-logam. Sebagai contoh misalnya enzim laktase hanya bisa bekerja pada laktosa
Enzim mengkatalisis satu reaksi yang spesifik dan pada hakekatnya tidak mengkatalisis reaksi yang lain. Laju proses metabolisme oleh enzim dapat diatur oleh perubahan dalam efisiensi katalitik enzim spesifik. Spesifisitas enzim tergantung sifat ikatan enzim-substrat dan sifat gugusan katalitiknya. Juga dipengaruhi oleh tempat pengikatan substrat pada enzim, kofaktor-kofaktor organik maupun logam yang ada.
Sebagian enzim dapat mengkatalisis lebih dari satu jenis reaksi yang sama (pemindahan fosfat, oksidasi reduksi, dll) dengan hanya sejumlah kecil substrat yang secara struktural berhubungan/mirip, walaupun sering pada kecepatan reaksi yang secara bermakna lebih rendah. Berbagai reaksi dengan substrat alternatif ini cenderung terjadi kalau substrat terdapat dalam kadar yang tinggi, tetapi kadar seperti itu jarang ditemukan di dalam sel hidup.
Spesifisitas enzim terhadap reaksi dapat bersifat absolut maupun relatif. Suatu enzim disebut mempunyai spesifisitas yang absolut jika hanya dapat berekasi dengan satu substrat tertentu saja (hanya dapat mengkatalisis satu jenis reaksi). Sebagai contoh misalnya enzim glukokinase, yang mengkatalisis reaksi berikut ini :
a-D-Glukosa + ATP → a-D-Glukosa-6P + ADP
Enzim glukokinase tersebut hanya bisa bereaksi dengan satu substrat saja yaitu glukosa, sehingga dikatakan bersifat spesifisitas absolut.
Enzim dikatakan bersifat spesifisik relatif apabila dapat bereaksi dengan beberapa substrat yang sejenis. Sebagai contoh misalnya heksokinase. Heksokinase dapat bekerja terhadap substra heksosa seperti glukosa dan fruktosa, hanya dengan kecepatan yang berbeda. Karena substrat heksokinase lebih dari satu maka disebut bersifat spesifisik relatif.
Enzim umumnya menunjukan kespesifikan absolut untuk paling sedikit sebagian dari molekul substrat kecuali epimerase (rasemase), yang mengubah isomer. Misalnya maltase dapat mengkatalisis hidrolisis α-glukosida, akan tetapi tidak dapat bekerja terhadap β-glukosida. Glikosidase mengkatalisis asam L-amino tidak dapat mengkatalisis asam D-amino. Demikian pula enzim yang bekerja terhadap D-karbohidrat tidak dapat mengkatalisis L-karbohidrat. Sifat ini diperkirakan terjadi karena ikatan antara enzim dan substrat membentuk ikatan tiga dimensi.
Enzim Bersifat Spesifik Bagi Tipe Reaksi Yang Dikatalisis
Enzim untuk proses lisis (enzim lisis) bekerja pada kelompok kimia/gugus tertentu. Misalnya, enzim glikosidase pada glikosida, pepsin serta tripsin pada ikatan peptida, dan esterase pada senyawa- senyawa ester. Berbagai substrat peptida yang berbeda dapat diserang oleh hanya satu enzim sehingga mengurangi jumlah enzim pencernaan yang seharusnya diperlukan.
Enzim lisis tertentu memperlihatkan spesifisitas yang lebih tinggi. Enzim kimotripsin menghidrolisis ikatan peptida, pada reaksi ini, gugus karboksil berasal dari asam amino aromatik fenilalanin, tirosin, atau triptofan. Enzim karboksipeptidase dan aminopeptidase melepas asam-asam amino satu persatu, masing-masing secara berurutan, dari ujung terminal karboksil atau terminal-amino rantai polipeptida.
Meskipun beberapa enzim oksidoreduktase memanfaatkan NAD+ dan NADP+ sebagai akseptor elektronnya, kebanyakan hanya menggunakan salah satu diantaranya. Secara umum, enzim oksidoreduktase yang berfungsi dalam proses boisintesis sistem-sistem mamalia menggunakan NADPH sebagai reduktan, sementara enzim yang berfungsi dalam proses penguraian menggunakan NAD+ sebagai oksidan.